Bermula dari turunnya hujan segar di malang, yang merubah suasana garing menjadi suejuk dan menyegarkan. Nuansa alam mendadak terasa begitu romantis.
Dan kemudian membuatku “terbius dekapan mesra aroma Dji Sam Soe dan dinginnya hujan kota Malang, ditemani semerbak wangi tanah yang basah tersiram hujan..”
Pikiran melayang ke kota kelahiran, Surabaya.
Gimana ya Surabaya ? Ah, jadi ingin merasakan Curahan Hujan Untuk Kota Surabaya.
Ya.. bagiku, hujan memang romantis sekaligus mellow.
Namun saat teringat bila Surabaya selalu mati lampu dan banjir, sesaat setelah hujan pertama turun. Rasanya koq pengen …
Apalagi saat eneng ini bilang “surabaya dingin… yak, surabaya hujan!!! tapi listriknya pada mati ”
Hehe.. Jadi teringat “film action yang di dubbing dengan bahasa Suroboyoan”
Jadi, demikianlah ceritanya.
. Mengingatkan saya akan dua buah film lama. Film indie pendek mengenai grammar Suroboyoan [ Ep. 1 disini dan Ep. 2 disini ]dari wak ikin, studio gatotkaca.
(Warning : Khusus buat dewasa dan berpotensi menyebabkan disorientasi lambe
)
0 Responses to “Saat Hujan Pertama”
Leave a Reply