06
Apr
05

A Morning Scene

Pagi yang dingin dan mendung. Saking dinginnya, secangkir kopi
hangat menjadi candu yang mengobati dinginnya pagi. Dan juga candu yang
membuat kandung kemih semakin aktif bekerja, hehehe… Perasaan pengen
pipis akan semakin mendera, beberapa saat setelah minum kopi hangat.
Begitu juga dengan Va, rekan kerjaku. Setelah beberapa saat puas
meledekku yang bolak-balik kebelet ke toilet, sekarang kena batunya
juga dia,..hihihii…

Terburu-buru Va menuju toilet, hampir bertabrakan dengan seorang ibu-ibu gemuk
perlente yang barusan keluar dari toilet wanita. Seorang wanita karir, sesuatu
yang biasa di gedung ini. Va memperlambat langkahnya.

Hihihi,.. mirip tanteku, batin Va berkata. Sudut matanya sempat mengikuti
langkah "si tante" tersebut. Sebuah scene singkat terekam dalam memorinya.

Si tante melewati seorang cleaning services. Parasnya cukup lamayan. Terlihat
charming dan cerdas. Mungkin pernah mengecap bangku kuliah. Seragam biru muda
yang dikenakannya rapi dan licin, dengan name-tag tertulis "Yayuk". Disaku
celana kanannya terselip sebuah buku. Sekilas ekor mata Va sempat menangkap
tulisan-tulisan kapital di covernya, "Six Sigma…". Sesuatu yang tak biasa bagi
seorang cleaning service biasa. Dia tengah asyik membersihkan lantai dekat
toilet wanita, sebuah rutinitas hariannya. Sesekali terdengar dia bersenandung
halus.

Tiba-tiba si tante berhenti tepat di hadapan Yayuk, gadis cleaning services itu.
Memandang wajahnya lekat-lekat sejenak dan berkata, "Jeng,… kamu ini pinter,
wajahnya lumayan. Masak cuman jadi cleaning service sih ? "

Yayuk tercekat. Sepertinya kaget atas pertanyaan tersebut. Sejenak kemudian, dia
sudah memperoleh kembali kontrol dirinya. Dengan terbata-bata dia menjawab,
"Eh,.. i,..iya. Sedang cari-cari nih…"

Si tante memandang dari atas kebawah dengan dahi sedikit berkerut, lalu tanpa
mengucapkan sepatah kata lagi, ngeloyor meninggalkannya.

Bergegas, Yayuk menuju pintu janitor yang tak jauh dengannya. Masuk dan menutup
pintunya. Mungkin dia melanjutkan kerjaannya yang lain

Va merekam semua kejadian itu dengan beragam kesan tak menentu terhadap si
tante. Dia pun  bergegas menuju kamar kecilnya.

Beberapa saat kemudian Va keluar dari kamar kecil. Tak sengaja, berpapasan
kembali dengan Yayuk, cleaning service yang tadi. Matanya sembab dan sisa isak
tangis yang masih melekat di dirinya. Mungkin ucapan si tante sebelumnya telah
menohok sisi galau batinnya, pikir Va. Atau mungkin dia terpaksa bekerja di
bawah kemampuannya. Mungkin juga dia sebenarnya S1 atau sedikitnya D1 yang
terpaksa bekerja seperti ini. Ah,..ada banyak sekali Yayuk-Yayuk lain di negeri
ini…

Va masygul membayangkan hal ini,…




1 Response to “A Morning Scene”


  1. 1    'zMien zeRia' June 23, 2005 at 12:11 pm

    Ceritanya simpel… tapi masuk akal dan sangat wajar bgtz. Keep writing bro’!! dengan bgtu otak kita bisa tetap waras… wakakakakakzzz!!

Leave a Reply




April 2005
M T W T F S S
    May »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930